Update Informasi Seputar
BPD HIPMI Sumsel

Visa
Artikel
Jumat, 21 November 2025 pukul 16:38

Harga TBS Sawit Sumsel Naik di Periode Oktober 2025: Peluang Baru bagi Pelaku Usaha Muda

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan kembali menunjukkan tren positif. Pada Periode I Oktober 2025, harga TBS untuk usia tanaman 10–20 tahun resmi naik menjadi Rp3.613/kg, meningkat dari periode sebelumnya yang berada pada angka Rp3.585/kg. Kenaikan ini memang tergolong tipis, namun tetap menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha perkebunan dan industri sawit. Tren ini menunjukkan bahwa stabilitas harga mulai terbentuk, sekaligus menggambarkan optimisme terhadap kondisi pasar komoditas perkebunan di wilayah Sumsel. Sawit, Komoditas Strategis yang Menggerakkan Ekonomi Daerah Sebagai salah satu komoditas unggulan Sumatera Selatan, kelapa sawit memegang peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi daerah. Sektor ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan petani dan pelaku industri, tetapi juga berkontribusi besar terhadap: pembukaan lapangan kerja, pertumbuhan industri pengolahan, aktivitas logistik komoditas perkebunan, serta peningkatan ekspor dan daya saing daerah. Dengan naiknya harga TBS, peluang bagi sektor hilir maupun usaha terkait turut terbuka semakin lebar. Momentum bagi Pengusaha Muda untuk Terlibat Lebih Jauh BPD HIPMI Sumatera Selatan melihat momentum kenaikan harga ini sebagai peluang yang harus dimanfaatkan oleh pengusaha muda. Rantai nilai industri sawit sangat luas dan terbuka untuk inovasi, mulai dari: pengolahan produk turunan, teknologi agrikultur, manajemen distribusi, peningkatan kualitas dan sertifikasi, hingga pemasaran produk berbasis sawit. Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan inovatif, pelaku usaha muda dapat ikut berperan membangun industri sawit yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi. Mendorong Ekosistem Sawit yang Berkelanjutan Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, HIPMI Sumsel berkomitmen untuk mendorong kolaborasi antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah. Penguatan ekosistem sawit tidak hanya tercermin dari harga komoditas yang stabil, tetapi juga dari: praktik pertanian berkelanjutan, peningkatan kualitas produksi, hilirisasi industri, serta inovasi teknologi yang memperkuat nilai tambah lokal.

Visa

Berita & Artikel

Temukan beragam artikel, berita, dan inspirasi seputar umkm, bisnis dan kegiatan HIPMI Sumsel.

Images
Artikel
Jumat, 21 November 2025 pukul 16:38

Harga TBS Sawit Sumsel Naik di Periode Oktober 2025: Peluang Baru bagi Pelaku Usaha Muda

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan kembali menunjukkan tren positif. Pada Periode I Oktober 2025, harga TBS untuk usia tanaman 10–20 tahun resmi naik menjadi Rp3.613/kg, meningkat dari periode sebelumnya yang berada pada angka Rp3.585/kg. Kenaikan ini memang tergolong tipis, namun tetap menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha perkebunan dan industri sawit. Tren ini menunjukkan bahwa stabilitas harga mulai terbentuk, sekaligus menggambarkan optimisme terhadap kondisi pasar komoditas perkebunan di wilayah Sumsel. Sawit, Komoditas Strategis yang Menggerakkan Ekonomi Daerah Sebagai salah satu komoditas unggulan Sumatera Selatan, kelapa sawit memegang peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi daerah. Sektor ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan petani dan pelaku industri, tetapi juga berkontribusi besar terhadap: pembukaan lapangan kerja, pertumbuhan industri pengolahan, aktivitas logistik komoditas perkebunan, serta peningkatan ekspor dan daya saing daerah. Dengan naiknya harga TBS, peluang bagi sektor hilir maupun usaha terkait turut terbuka semakin lebar. Momentum bagi Pengusaha Muda untuk Terlibat Lebih Jauh BPD HIPMI Sumatera Selatan melihat momentum kenaikan harga ini sebagai peluang yang harus dimanfaatkan oleh pengusaha muda. Rantai nilai industri sawit sangat luas dan terbuka untuk inovasi, mulai dari: pengolahan produk turunan, teknologi agrikultur, manajemen distribusi, peningkatan kualitas dan sertifikasi, hingga pemasaran produk berbasis sawit. Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan inovatif, pelaku usaha muda dapat ikut berperan membangun industri sawit yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi. Mendorong Ekosistem Sawit yang Berkelanjutan Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, HIPMI Sumsel berkomitmen untuk mendorong kolaborasi antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah. Penguatan ekosistem sawit tidak hanya tercermin dari harga komoditas yang stabil, tetapi juga dari: praktik pertanian berkelanjutan, peningkatan kualitas produksi, hilirisasi industri, serta inovasi teknologi yang memperkuat nilai tambah lokal.

Read more
Images
Artikel
Jumat, 21 November 2025 pukul 16:32

HIPMI Sumsel Perkuat Kolaborasi Energi Berkelanjutan melalui Business Matching dan Site Visit ke PLTGU Keramasan

BPD HIPMI Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi energi dan penguatan sektor industri melalui kegiatan Business Matching dan Site Visit ke PLTGU Keramasan Palembang pada Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus dan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan sektor energi — dua pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Mendorong Sinergi Energi Bersih dan Industri PLTGU Keramasan dikenal sebagai salah satu pembangkit listrik strategis di Sumatera Selatan yang mengusung teknologi efisien dan ramah lingkungan. Melalui kunjungan ini, para pengurus HIPMI Sumsel mendapatkan pemahaman langsung mengenai berbagai aspek energi modern, mulai dari proses produksi listrik hingga potensi integrasinya dengan kegiatan industri. Dalam agenda kunjungan tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai: pemanfaatan energi bersih dalam proses industri, efisiensi energi untuk menekan biaya operasional, peluang kemitraan strategis antara pelaku usaha dan sektor energi, serta penguatan rantai pasok berbasis teknologi energi. Business Matching yang dilakukan turut membuka ruang dialog antara pengusaha muda dan stakeholder energi, memperkuat potensi kerja sama di masa mendatang. Membangun Ekonomi Hijau dan Kemandirian Energi Sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan, HIPMI Sumsel meyakini bahwa pemanfaatan energi bersih bukan sekadar tren, tetapi fondasi penting untuk menjaga daya saing industri. Dengan memahami sistem pembangkit modern seperti PLTGU Keramasan, pelaku usaha dapat mulai mengadopsi prinsip-prinsip bisnis berkelanjutan, seperti: efisiensi energi, pengurangan jejak karbon, pemanfaatan energi ramah lingkungan, dan inovasi teknologi dalam operasional bisnis. Langkah ini mendukung agenda nasional dalam mewujudkan kemandirian energi yang inklusif, modern, dan siap menghadapi tantangan global. HIPMI Sumsel Siap Menjadi Penghubung Strategis Melalui kegiatan Business Matching dan Site Visit ini, HIPMI Sumsel menegaskan kembali perannya sebagai penghubung strategis antara pengusaha muda dan sektor-sektor vital nasional, termasuk energi. Kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat mendorong: peluang usaha baru, investasi di sektor energi dan industri hijau, serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Sumatera Selatan. Dengan semangat kolaborasi yang kuat, HIPMI Sumsel berkomitmen untuk terus menjembatani lahirnya ekosistem bisnis yang adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada masa depan. ✨⚡ Bersama, kita bangun Sumsel yang lebih kuat, mandiri energi, dan kompetitif secara global.

Read more
Images
Artikel
Jumat, 21 November 2025 pukul 16:26

Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat: Tonggak Baru Konektivitas dan Ekonomi Sumatera Selatan

Sumatera Selatan kembali mencatat sejarah penting melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Kesepakatan ini menjadi langkah awal pembangunan Pelabuhan Palembang Baru yang berlokasi di Tanjung Carat, Banyuasin—sebuah proyek strategis yang membuka babak baru transformasi logistik dan ekonomi di Bumi Sriwijaya. Pembangunan pelabuhan samudera ini menjadi momentum besar yang memperkuat konektivitas Sumsel dengan pasar nasional maupun internasional, sekaligus menandai hadirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Sumatera. Mendorong Konektivitas dan Menekan Biaya Logistik Pelabuhan Palembang Baru dirancang untuk memenuhi kebutuhan logistik masa depan dengan fasilitas modern dan akses laut dalam (deep sea port). Kehadirannya diproyeksikan mampu: mempercepat arus keluar-masuk barang, menekan biaya logistik secara signifikan, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta membuka jalur distribusi yang lebih kompetitif hingga ke pasar global. Keberadaan pelabuhan ini juga akan menjadi pendorong kuat bagi berbagai sektor unggulan Sumatera Selatan seperti energi, pertanian, perkebunan, pertambangan, hingga industri manufaktur. Pendorong Hilirisasi dan Daya Saing Global Tidak hanya meningkatkan konektivitas, pembangunan pelabuhan ini juga berperan strategis dalam mempercepat hilirisasi industri. Dengan akses ekspor-impor yang lebih efisien, industri daerah akan memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi serta memperluas penetrasi pasar internasional. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong perekonomian daerah yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing global. HIPMI Sumsel Siap Mendukung Percepatan Ekonomi Daerah Sebagai wadah pengusaha muda, BPD HIPMI Sumatera Selatan menyambut pembangunan Pelabuhan Palembang Baru dengan antusiasme tinggi. Proyek strategis ini diyakini akan: membuka peluang investasi baru, menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Tanjung Carat dan sekitarnya, memperluas ruang kolaborasi bagi pelaku usaha lokal, serta mendorong ekosistem bisnis yang lebih dinamis dan modern. HIPMI Sumsel berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah, serta mendorong pengusaha muda untuk mengambil peran aktif dalam gelombang percepatan ekonomi yang tercipta dari hadirnya pelabuhan ini. Menuju Sumsel Maju dan Berdaya Saing Global Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru tidak hanya mencerminkan kemajuan infrastruktur, tetapi juga langkah strategis dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan ekonomi daerah. Dengan sinergi pemerintah, sektor swasta, dan pelaku usaha muda, Sumatera Selatan bergerak menuju masa depan yang lebih kompetitif di tingkat nasional maupun global. 🌊✨ Sumsel Maju, Ekonomi Tumbuh, dan Pengusaha Muda Naik Kelas!

Read more
Images
Artikel
Jumat, 21 November 2025 pukul 16:19

Ekspor Sumsel Tembus Rp14,86 Triliun: Bukti Produk Lokal Kian Mendunia

Ekonomi Sumatera Selatan kembali menunjukkan kekuatan dan daya saingnya di pasar internasional. Hingga Oktober 2025, nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan tercatat telah menembus Rp14,86 triliun, menegaskan posisi Sumsel sebagai salah satu daerah dengan kontribusi ekspor signifikan di Indonesia. Pencapaian ini didominasi oleh berbagai komoditas unggulan yang telah lama menjadi andalan Bumi Sriwijaya, seperti: Karet dan produk turunannya Kelapa dan olahan kelapa PKE (Palm Kernel Expeller) dari industri sawit Produk perikanan bernilai ekspor tinggi Jumlah besar ini bukan hanya mencerminkan volume perdagangan, tetapi juga bukti meningkatnya kualitas produk lokal. Standarisasi mutu, perbaikan kemasan, hingga kepatuhan terhadap regulasi ekspor telah memperkuat posisi produk-produk Sumsel di pasar global. Peran HIPMI Sumsel dalam Mendorong Ekosistem Ekspor BPD HIPMI Sumsel menyambut positif capaian ini sebagai momentum bagi pengusaha muda untuk semakin aktif memasuki pasar internasional. HIPMI melihat peningkatan ekspor ini sebagai peluang besar bagi generasi wirausaha yang ingin memperluas pasar dan memperkuat kemampuan bersaing. Melalui kolaborasi lintas sektor, pendampingan usaha, hingga jejaring bisnis yang luas, HIPMI Sumsel mendorong para pelaku usaha muda untuk: meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk, memahami standar dan regulasi ekspor, membuka akses pasar luar negeri, serta berani melakukan ekspor secara berkelanjutan. Dari Sumsel untuk Dunia Capaian ekspor ini menunjukkan bahwa produk lokal Sumatera Selatan memiliki potensi besar untuk terus berkembang di pasar internasional. Dengan inovasi, keberanian, serta dukungan yang solid dari berbagai pemangku kepentingan, pengusaha muda Sumsel kini memiliki peluang lebih besar untuk tampil di panggung global. 🌏 Dari Sumsel untuk Dunia — bersama kita majukan ekonomi daerah dan memperluas jejak global pelaku usaha muda.

Read more
Images
Artikel
Jumat, 21 November 2025 pukul 16:17

HIPMI Sumatera Selatan Berkolaborasi dalam Pasar Murah Pemkot Palembang 2025

HIPMI Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Pasar Murah Pemerintah Kota Palembang Tahun 2025. Program ini merupakan langkah strategis Pemkot Palembang dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi warga menjelang momentum-momentum penting di tahun berjalan. Kegiatan pasar murah ini dipimpin langsung oleh Walikota Palembang, Bapak Drs. H. Ratu Dewa, M.Si, serta turut dihadiri oleh Ketua BPD HIPMI Sumatera Selatan, Anthony Leong, bersama jajaran pengurus HIPMI Sumsel. Keterlibatan ini menjadi bukti nyata dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pelaku usaha muda dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Kolaborasi ini tidak hanya menunjukkan kepedulian sosial HIPMI Sumsel, tetapi juga menjadi wujud bahwa pemerintah dan dunia usaha dapat berjalan beriringan untuk menjaga stabilitas sosial–ekonomi masyarakat. HIPMI Sumsel terus memperluas perannya, tidak hanya dalam pengembangan kewirausahaan tetapi juga melalui berbagai program sosial yang memberi dampak langsung bagi warga. HIPMI Sumatera Selatan meyakini bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi utama dalam membangun ekonomi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Semangat ini sejalan dengan visi organisasi untuk membentuk pengusaha muda yang unggul, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sosial. Dengan semangat kebersamaan ini, HIPMI Sumsel berharap kegiatan Pasar Murah 2025 dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat di Kota Palembang. Bersama, kita tumbuh dan menggerakkan ekonomi daerah menuju masa depan yang lebih baik.

Read more
Images
Artikel
Minggu, 26 Oktober 2025 pukul 02:14

Sumsel Kian Produktif: Ketahanan Pangan sebagai Pilar Ekonomi Lokal

Provinsi Sumatera Selatan mencatat kenaikan produksi gabah signifikan hingga 600.000 ton pada September, menjadikannya salah satu provinsi dengan pertumbuhan ketahanan pangan terkuat di Indonesia. Postingan Instagram HIPMI Sumsel menyoroti momentum ini sebagai bagian dari upaya kolektif memperkuat ekonomi lokal melalui sektor pangan — yang dulu dianggap “subsidi”, kini justru menjadi “peluang strategis”. 1. Kenapa Ketahanan Pangan Jadi Penting untuk Ekonomi Lokal Sektor pangan adalah fondasi stabilitas ekonomi; ketika produksi lokal kuat, ketergantungan impor bisa ditekan. Pertumbuhan produksi membuka peluang bagi petani, pelaku agroindustri, dan pengusaha muda untuk berperan aktif — bukan hanya sebagai pekerja, tetapi sebagai pelaku usaha. Pertumbuhan di sektor ini juga memperkuat rantai nilai lokal: produksi → pengolahan → distribusi → pemasaran. 2. Momentum Produksi Gabah di Sumsel Kenaikan produksi gabah sebesar 600.000 ton bukan hanya angka statistik, tapi bukti peningkatan kapasitas dan kemandirian pangan daerah. Momentum ini membuka potensi ekonomi baru — menciptakan lapangan kerja, memperluas bisnis agro, dan memperkuat daya saing pangan lokal. Bagi anggota HIPMI Sumsel, ini adalah sinyal kuat untuk masuk ke sektor agroindustri, pasca panen, branding pangan lokal, dan ekspor produk agrikultur. 3. Peran HIPMI Sumsel dalam Mendukung Pertumbuhan Ini HIPMI Sumsel berperan aktif dalam mendorong lahirnya pengusaha muda di sektor pangan dengan: Mendorong inovasi bisnis di sektor pertanian — mulai dari pengolahan, packaging, hingga digital marketing produk lokal. Menjalin kemitraan antara petani dan pengusaha muda agar hasil panen bisa langsung dikonversi menjadi nilai tambah ekonomi. Mengadvokasi kebijakan lokal yang mendukung pengembangan agroindustri: seperti insentif pajak, pelatihan produksi, dan digitalisasi rantai pasok pangan. 4. Tantangan yang Harus Dihadapi Produksi meningkat, tapi kapasitas pengolahan dan penyimpanan masih terbatas — tanpa inovasi, surplus bisa menekan harga. Infrastruktur pertanian, seperti transportasi dan cold-storage, perlu ditingkatkan. Pengusaha muda harus berani beda — tidak hanya meniru pola lama, tapi membawa branding, digitalisasi, dan efisiensi dalam bisnis pangan lokal. 5. Peluang bagi Pengusaha Muda dan Anggota HIPMI Sumsel Produk gabah dan turunannya bisa di-brand menjadi produk unggulan Sumsel yang dipasarkan secara nasional atau ekspor. Digital marketing dan e-commerce pangan lokal bisa menjadi sarana memperluas jangkauan pasar. Kolaborasi lintas sektor antara HIPMI, petani, pemerintah, dan lembaga pertanian dapat menciptakan ekosistem agroindustri modern dan berkelanjutan. Penutup Peningkatan produksi gabah di Sumatera Selatan bukan sekadar statistik — ini adalah peluang nyata bagi pengusaha muda untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis pangan. Dengan dukungan HIPMI Sumsel, generasi muda bisa menjadi bagian aktif dalam rantai ekonomi hijau dan ketahanan pangan nasional. “Mari ubah angka menjadi aksi — produksi meningkat, nilai tambah harus tumbuh bersama.”

Read more
Images
Artikel
Minggu, 26 Oktober 2025 pukul 02:11

Ekspor Sumatera Selatan Capai US$4,25 Miliar — Momentum Emas bagi Pengusaha Muda

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat capaian ekspor sebesar US$4,25 miliar, menandakan bahwa potensi ekonomi daerah ini tak hanya besar untuk pasar dalam negeri, namun juga berdaya saing di pasar global. Postingan Instagram BPD HIPMI Sumsel menyebutkan bahwa komoditas unggulan yang berkontribusi besar antara lain karet, pulp kayu, dan batubara. Mitra utama ekspor Sumsel adalah Tiongkok, dengan nilai mencapai US$1,64 miliar atau sekitar 38,75% dari total ekspor. Capaian ini membuka peluang nyata bagi pengusaha muda—khususnya anggota HIPMI Sumsel—untuk masuk ke ranah ekspor, menambah nilai produk, dan memperluas kolaborasi global. 1. Signifikansi Capaian Ekspor bagi Ekonomi Sumsel Angka ekspor US$4,25 miliar menunjukkan daya saing Sumsel di pasar internasional. Dominasi komoditas primer seperti karet, pulp kayu, dan batubara memperlihatkan kekuatan sektor sumber daya alam. Fakta bahwa Tiongkok menyerap hampir 40% ekspor Sumsel menunjukkan adanya jalur perdagangan utama yang bisa diperkuat sekaligus didiversifikasi. 2. Peluang bagi Pengusaha Muda & Anggota HIPMI Sumsel Komoditas unggulan tersebut bisa dijadikan titik awal untuk menambah nilai tambah. Misalnya: karet menjadi produk jadi, pulp kayu jadi furnitur atau kertas bermerk ekspor, dan batubara dikembangkan dalam rantai industri energi. Peluang besar terbuka untuk mempelajari standar ekspor, logistik internasional, dan regulasi perdagangan global. HIPMI Sumsel dapat menjadi wadah untuk pelatihan dan kolaborasi antar anggota agar siap ekspor. Sudah saatnya pengusaha muda membangun mindset global — bukan hanya menjual ke lokal, tapi siap bersaing di pasar ekspor. 3. Tantangan yang Harus Dihadapi Sebagian besar ekspor masih berupa komoditas primer, belum banyak produk olahan bernilai tambah tinggi. Pengusaha muda perlu akses ke modal, teknologi, dan pelatihan ekspor agar bisa naik kelas. Infrastruktur logistik dan standardisasi produk masih perlu diperkuat untuk memperlancar rantai pasok ekspor. Ketergantungan pada satu pasar (Tiongkok) membawa risiko, sehingga perlu diversifikasi ke pasar ASEAN, Timur Tengah, atau Eropa. 4. Peran HIPMI Sumsel Sebagai organisasi penggerak pengusaha muda, HIPMI Sumsel memiliki peran penting dalam mendorong ekspor daerah: Memfasilitasi edukasi dan pelatihan seputar ekspor, regulasi internasional, branding global, dan teknologi industri. Membangun networking antara anggota dengan eksportir mapan, instansi pemerintah, dan asosiasi dagang luar negeri. Mendorong inovasi dan transformasi industri dasar menjadi industri bernilai tambah ekspor. Mendukung kebijakan daerah yang mempercepat lahirnya pengusaha ekspor muda dari Sumsel. 5. Ajakan untuk Bertindak Kepada seluruh pengusaha muda dan anggota HIPMI Sumsel: Mulailah riset kecil terkait komoditas unggulan dan peluang ekspor. Ikuti program pelatihan ekspor dan manajemen bisnis global yang difasilitasi HIPMI Sumsel. Bangun kolaborasi antar anggota — dari produsen bahan mentah, pemasar digital, hingga distributor ekspor. Visualisasikan bisnis Anda sebagai brand global dari Sumsel yang berkontribusi bagi ekonomi nasional. Penutup Capaian ekspor US$4,25 miliar bukan sekadar angka statistik—melainkan momentum emas untuk pengusaha muda Sumatera Selatan. Dengan potensi komoditas unggulan dan mitra besar seperti Tiongkok, kini saatnya bertransformasi dari pelaku lokal menjadi pelaku global. “Dari Sumsel untuk Dunia — ekspor bukan akhir, tetapi permulaan dari cerita sukses pengusaha muda.”

Read more
Images
Artikel
Minggu, 26 Oktober 2025 pukul 02:06

Dari Bambu Liar ke Ekonomi Hijau: Peluang Pengusaha Muda di Desa Sumatera Selatan

Keindahan dan kekuatan bambu liar bukan hanya sebagai bahan baku alami, tetapi kini menjadi simbol perubahan ekonomi di desa-desa Sumatera Selatan. Melalui upaya organisasi HIPMI Sumsel yang mendukung local hero, bambu liar berubah menjadi sumber ekonomi mandiri yang ramah lingkungan—membuka ruang bagi pengusaha muda untuk ikut serta. 1. Kenapa “Bambu Liar” Jadi Simbol Penting Bambu liar tersedia melimpah di banyak desa Sumatera Selatan—artinya bahan baku lokal yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Penggunaan bambu mendukung ekonomi hijau: lingkungan tetap terjaga, masyarakat desa diberdayakan, dan usaha makin ramah lingkungan—sesuai pesan “ekonomi hijau dari desa”. Bambu sebagai industri kreatif juga bisa membuka peluang usaha baru seperti furnitur, kerajinan, dekorasi, eco-packaging, dan banyak lagi. 2. Peran HIPMI Sumsel dalam Mendukung Local Hero Desa Organisasi HIPMI Sumsel secara spesifik menunjukkan komitmen terhadap pengembangan potensi desa. Seperti dalam unggahan tersebut, “HIPMI Sumsel terus dukung local hero yang menumbuhkan ekonomi hijau dari desa.” Langkah-langkah yang dilakukan antara lain: Mengidentifikasi pengusaha muda di desa yang berpotensi mengolah bambu liar menjadi produk bernilai tambah. Memfasilitasi pelatihan pengolahan bambu, desain produk, branding, dan pemasaran digital agar produk dari desa bisa bersaing secara nasional maupun global. Membangun jaringan distribusi antara pengrajin bambu di desa dan pengusaha di kota untuk menciptakan produk kolaboratif. Mendukung akses modal dan teknologi agar produksi bambu bisa dilakukan dalam skala yang lebih besar dan profesional. 3. Potensi & Peluang yang Bisa Dimanfaatkan Produk bambu bisa dikembangkan ke berbagai lini: furnitur, resin bambu, bahan konstruksi ringan (eco-housing), hingga kerajinan tangan. Label “dari desa Sumsel” bisa menjadi identitas brand yang kuat karena konsumen global makin menghargai produk berkelanjutan dan ramah lingkungan. Melalui digital marketing dan e-commerce, produk bambu dari desa dapat menjangkau pasar nasional bahkan internasional. Kolaborasi dengan pemerintah, NGO lingkungan, dan investor hijau bisa memperkuat ekosistem bisnis bambu berkelanjutan. 4. Tantangan yang Harus Dihadapi Skala produksi: pengrajin desa masih banyak yang beroperasi skala kecil, perlu peningkatan kapasitas dan manajemen. Standarisasi produk: kualitas dan desain harus konsisten agar diterima pasar luas. Akses pasar: pengrajin sering kesulitan menjangkau pembeli besar karena keterbatasan jaringan dan kemampuan digital. Infrastruktur dan teknologi: produksi bambu modern butuh mesin dan peralatan yang efisien. 5. Ajakan untuk Pengusaha Muda & Anggota HIPMI Sumsel Untuk kamu, pengusaha muda dan anggota HIPMI Sumsel: Lihat potensi bahan baku lokal seperti bambu liar sebagai peluang bisnis masa depan. Manfaatkan pelatihan dan jejaring HIPMI Sumsel untuk memperkuat kemampuan desain, branding, serta pemasaran digital. Jalin kemitraan: pengusaha kota bisa bekerja sama dengan pengrajin desa—kombinasikan kreativitas urban dengan kekuatan bahan lokal. Mulailah dari skala kecil, tapi berpikir besar: targetkan pasar nasional hingga komunitas internasional pecinta produk ramah lingkungan (eco-warrior market). Penutup Postingan ini menyampaikan pesan kuat bahwa dari bambu liar bisa lahir ekonomi mandiri yang hijau—dan Sumatera Selatan punya potensi besar untuk itu. Dengan dukungan HIPMI Sumsel, pengusaha muda bisa menjadi local hero yang membawa perubahan nyata bagi ekonomi desa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. “Saat kekayaan alam kita dijadikan cerita dan produk, dari desa bisa lahir pengusaha yang memimpin pasar hijau.”

Read more
Images
Artikel
Minggu, 26 Oktober 2025 pukul 01:57

Menatap Dunia, Menyiapkan Masa Depan: Peran HIPMI Sumsel dalam Mempersiapkan Generasi Pengusaha Global

Di era globalisasi yang semakin cepat dan dinamis, para pengusaha muda tidak hanya ditantang untuk berkompetisi di pasar lokal, tapi juga harus siap menghadapi persaingan dan peluang di kancah internasional. Unggahan “Menatap dunia, menyiapkan masa depan. 🌏✨” menunjukkan bahwa HIPMI Sumsel tidak hanya fokus pada bisnis regional, tetapi juga visi yang lebih luas—membuka jalan bagi para pengusaha muda Indonesia agar memahami dinamika ekonomi global. 1. Mengapa Perspektif Global Penting untuk Pengusaha Muda Pasar global memberikan skala dan peluang yang jauh lebih besar dibanding pasar lokal — artinya, jika strategi dan mentalitas kita hanya berorientasi lokal, kita bisa tertinggal. Globalisasi menuntut adaptasi cepat terhadap tren internasional, teknologi baru, standar ekspor-impor, dan perubahan kebijakan ekonomi dunia. Dengan perspektif global, pengusaha muda bisa lebih inovatif, resilient terhadap guncangan ekonomi, dan terbuka untuk kolaborasi lintas negara. 2. Upaya HIPMI Sumsel dalam Mempersiapkan Anggota Menuju Kompetisi Global Berdasarkan postingan tersebut dan visi organisasi, HIPMI Sumsel melakukan beberapa langkah strategis: Mengadakan program edukasi dan workshop yang membahas topik seperti ekspor, digital marketing lintas negara, pembangunan brand global, dan jaringan internasional. Mendorong anggota untuk membangun mindset ekspor, bukan hanya menjual ke pasar lokal, namun juga menargetkan pasar ASEAN atau di luar negeri. Memfasilitasi networking dengan pelaku bisnis dan organisasi internasional—hal ini memperluas kesempatan kolaborasi, investasi, dan pertukaran pengetahuan. Mempromosikan pemanfaatan teknologi digital dan sistem informasi global agar usaha anggota siap bersaing dan beradaptasi dengan cepat. 3. Tantangan yang Harus Dihadapi Walaupun visi global sangat menjanjikan, ada beberapa tantangan nyata: Keterbatasan akses informasi dan pelatihan terkait pasar internasional bagi pelaku usaha muda di Sumatera Selatan. Infrastruktur dan regulasi lokal yang kadangkala belum mendukung ekspansi global (misalnya logistik, standar internasional, bahasa, jaringan distribusi). Persaingan yang jauh lebih keras: kualitas produk, kecepatan layanan, serta brand yang sudah mapan di pasar global menjadi hambatan. Kebutuhan modal yang lebih besar untuk ekspansi ke luar negeri—baik dalam hal produksi, sertifikasi, pemasaran. 4. Peluang Besar yang Dapat Dimanfaatkan Pelaku usaha muda bisa memanfaatkan pasar ekspor yang berkembang untuk produk‐lokal Sumsel: misalnya sumber daya alam, kerajinan, makanan khas, atau inovasi digital. Penggunaan platform digital global (e-commerce, social commerce) mempermudah akses pasar internasional tanpa harus punya kantor fisik di luar negeri. Kolaborasi internasional (joint venture, reseller luar negeri, influencer global) bisa mempercepat penetrasi pasar dan meningkatkan brand awareness. HIPMI Sumsel sebagai wadah generasi muda pengusaha bisa menjadi “gerbang” untuk akses ke program pemerintah, donor, investor global, dan pelatihan internasional. 5. Ajakan untuk Anggota HIPMI Sumsel dan Pengusaha Muda Kepada seluruh pengusaha muda di bawah bendera HIPMI Sumsel, mari: Memperluas pandangan: jangan hanya fokus “cukup di pasar lokal” tetapi siapkan strategi untuk “menatap dunia”. Aktif mengikuti program HIPMI Sumsel yang berkaitan dengan ekspor, digital branding, dan networking internasional. Bangun kesiapan usaha: pastikan produk/layanan siap bersaing secara global—mulai dari kualitas, branding, hingga pemasaran digital. Bangun jaringan: manfaatkan komunitas HIPMI, jejaring alumni, dan partner luar negeri untuk membuka peluang baru. Penutup Visioner seperti “menatap dunia, menyiapkan masa depan” bukan sekadar kata‐kata—melainkan panggilan nyata yang harus dijawab oleh generasi pengusaha muda. Dengan dukungan HIPMI Sumsel, kita tidak hanya membangun bisnis sukses di Sumatera Selatan, tetapi juga menyiapkan diri untuk bersaing dan berkiprah di panggung dunia. Mari bersama-sama menaruh target yang lebih besar, berpikir global, bertindak local, dan menciptakan masa depan yang gemilang bagi pengusaha muda Indonesia.

Read more
Images
Artikel
Minggu, 26 Oktober 2025 pukul 01:51

Digitalisasi: Pilar Kemandirian Ekonomi UMKM Sumatera Selatan

Di era yang semakin cepat bergerak ke ranah digital, transformasi bukan sekadar opsi—melainkan kebutuhan nyata. Seperti yang disampaikan dalam unggahan Instagram HIPMI Sumsel, “Digitalisasi bukan sekadar tren tapi jalan nyata menuju kemandirian ekonomi. Dengan penerapan QRIS, pelaku UMKM di Sumsel kini makin mudah …” 1. Kenapa Digitalisasi Penting untuk UMKM Digitalisasi membantu meningkatkan akses pasar, membuat pelaku usaha kecil lebih mudah ditemukan dan dilayani lewat transaksi elektronik. Selain itu, sistem pembayaran seperti QRIS menjadikan transaksi lebih efisien, aman, dan tercatat dengan baik. Dengan ekosistem digital yang kuat, UMKM juga bisa melakukan pelacakan data, memahami perilaku pelanggan, dan mengambil keputusan berbasis data. 2. Implementasi QRIS di Sumatera Selatan Pelaku UMKM di Sumsel kini mulai mengadopsi QRIS secara luas. Dampaknya: Pembayaran menjadi lebih cepat dan nyaman bagi pelanggan. Mengurangi risiko kehilangan uang tunai. Mempermudah pencatatan transaksi yang penting untuk evaluasi dan pertumbuhan usaha. 3. Peran HIPMI Sumsel Sebagai wadah pengusaha muda, HIPMI Sumsel berkomitmen untuk mendorong digitalisasi UMKM melalui: Edukasi dan pelatihan teknologi pembayaran digital. Kolaborasi dengan lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan penyedia layanan digital. Forum dan diskusi tentang best practice digital marketing serta manajemen bisnis digital. 4. Tantangan & Peluang ke Depan Tantangan: Masih ada UMKM yang belum percaya pada sistem digital. Keterbatasan infrastruktur dan koneksi internet di beberapa daerah. Isu keamanan data dan transaksi. Peluang: Pembukaan pasar yang lebih luas tanpa batas geografis. Analisis data untuk strategi bisnis yang lebih kuat. Kolaborasi antar pelaku UMKM untuk membangun ekosistem digital yang saling menguntungkan. 5. Ajakan untuk Pelaku UMKM & Anggota HIPMI HIPMI Sumsel mengajak seluruh pelaku usaha dan anggota untuk: Mengoptimalkan penggunaan sistem QRIS dan teknologi digital. Aktif mengikuti pelatihan digitalisasi usaha. Bergabung dalam komunitas HIPMI Sumsel untuk saling berbagi ilmu dan peluang kolaborasi. Penutup Digitalisasi bukan sekadar slogan, tetapi jalan nyata menuju kemandirian ekonomi. Dengan dukungan HIPMI Sumsel dan penerapan teknologi seperti QRIS, pelaku UMKM dapat membangun bisnis yang lebih modern, inklusif, dan tahan terhadap tantangan zaman. Mari bersama-sama majukan bisnis lokal, go digital, dan wujudkan masa depan ekonomi Sumatera Selatan yang cemerlang!

Read more
Images
Artikel
Sabtu, 26 Juli 2025 pukul 16:09

Hari Pelanggan Nasional 4 September 2025, Ini Sejarah dan 30 Ucapan Penuh Makna

Setiap tanggal 4 September, Indonesia memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas). Tahun ini, Harpelnas jatuh pada Kamis (4/9/2025). Momentum ini bukan hanya sekadar seremonial tahunan, melainkan pengingat bagi pelaku usaha, instansi pemerintah, hingga sektor pelayanan publik untuk terus mengutamakan kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan menjadi kunci keberlangsungan bisnis. Tanpa kepercayaan konsumen, perusahaan tidak akan bertahan lama. Tujuannya adalah untuk mendorong perusahaan dan lembaga di tanah air agar lebih menghargai dan memprioritaskan pelanggan. Inisiatif ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak hingga akhirnya diresmikan oleh Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, pada 4 September 2003. Acara peresmian saat itu dihadiri oleh sekitar 200 direktur utama perusahaan swasta dan BUMN. Tak hanya itu, lebih dari 500 perusahaan turut merayakan Harpelnas di tahun pertamanya. Awalnya, Harpelnas ditujukan untuk menghormati upaya pemerintah melindungi hak-hak konsumen. Namun, seiring waktu, peringatan ini berkembang menjadi momen apresiasi bagi pelanggan yang telah berkontribusi dalam kemajuan ekonomi nasional. Sejak saat itu, setiap 4 September, berbagai perusahaan di Indonesia mengadakan program khusus, mulai dari diskon, promo, bonus, hingga bingkisan hadiah. Banyak e-commerce juga ikut merayakannya dengan cara kreatif untuk mendekatkan diri dengan konsumen.

Read more